Jumat, 16 April 2010

Eight Candle & Kripzzz




Latar Belakang

Di zaman modern ini banyak sekali pengangguran di Indonesia. Kita tidak dapat menuggu atau mengandalkan pekerjaan dari seseorang atau instansi tertentu. Dizaman ini kita dituntut untuk dapat kreatif dan inovatif dalam menciptakan suati lapangan pekerjaan baru.
Untuk itu kami memutuskan untuk menjual suatu produk. Produk yang mungkin belum terpikirkan oleh orang lain. Kami memilih produk lilin souvenir dan snack ( makanan ringan ). Produk lilin kami beri nama EIGHT CANDLE. Kami memilih produk lilin karena banyaknya variasi bentuk dan sebagai alternatif kebutuhan pada saat listrik padam, serta bisa digunakan sebagai hadiah.
Produk lilin souvenir ini terdiri dari 2 (dua) bentuk yaitu bunga mawar dan bunga anggrek dengan dan 3 (tiga) warna yaitu pink, merah marun dan biru. Selain itu, pada produk kami mencantumkan logo produk.
Kami memutuskan untuk membeli produk jadi karena selain kami dapat memilih beraneka ragam bentuk, biayanya lebih rendah dari pada membuat sendiri. Selain itu, kami juga dapat menghemat waktu.



Untuk memanfaatkan modal yang terkumpul dari penjualan lilin, maka modal tersebut dimanfaatkan dengan pembelian produk lain. Selain itu juga untuk memaksimalkan keuntungan yang akan didapat, kami sepakat untuk membeli produk yang banyak diminati dan tentunya dengan harga terjangkau.
Produk yang banyak diminati dengan harga yang terjangkau menurut kami lebih mudah untuk dijual berarti modal cepat kembali dan memiliki resiko produk tidak terjual lebih kecil.
Dengan adanya alasan tersebut dan tujuan sasaran pasar kami, yaitu lingungan kampus, kami mengambil keputusan untuk menjual aneka macam snack ( makanan ringan ). Produk kami beri nama KRIP’Z. Kami memilih produk ini karena kita semua tahu bahwa snack banyak diminati oleh konsumen, selain itu kita dapat memilih beraneka ragam snack dengan harga terjangkau dan dapat dijual dengan harga layak. Keunggulan dari produk snack ini adalah dari rasanya yang gurih dan renyah, harganya murah, komposisi isinya sesuai dengan harga, tahan lama, dapat dikonsumsi sehari-hari.

I. Lokasi Pembelian Bahan Baku
Kami membeli produk lilin souvenir di pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Produk snack kami beli di Toko PD Sahabat Jaya, Jl. Raya Bogor KM 24 ( Jl. H. Husin No. 18 ) Cijantung, Jakarta Timur. Telp : ( 62-21) 8400768, 8400184.

II. Daerah Pemasaran

1. Kampus Gunadarma ( Kampus D,E,G). 6. Kebayoran Lama.
2. Lenteng Agung. 7. Ciledug.
3. Ragunan. 8. Depok (Kapuk).
4. Lebak Bulus. 9. Cibubur.
5. Radio Dalam. 10. Pondok Indah

III. Laporan Keuangan
Laporan Laba Rugi Produk Lilin
Penjualan 49 x Rp 5.000,- Rp. 245.000,-
Persediaan awal = 0
Pembelian @ 50 x Rp. 3.000,- = Rp. 150.000 +

BTUD = Rp. 150.000,-
Persediaan akhir 0 -

Biaya penjualan Rp. 150.000 -

Laba kotor Rp. 95.000,-

Biaya-biaya :
- Biaya transportasi: Rp. 25.000,- (@ 4 orang )
- Biaya logo : Rp. 5.000,-
- Biaya komunikasi: Rp. 5.000,- +

Total biaya Rp. 35.000 -

Laba bersih Rp. 60.000,-

Keterangan :
Modal awal Rp. 200.000,-
Biaya Lilin Rp. 185.000,- -

Sisa Rp. 15.000,-



Laporan Laba Rugi Produk Snack
Penjualan :
- Potato 9 x Rp. 7000,- = Rp. 63.000,-
- Stik balado 10 x Rp. 8000,- = Rp. 80.000,-
- Stik cokelat (6 x Rp. 2000) + (2 x Rp. 5000) = Rp. 22.000,-
- Kripik bawang 6 x Rp. 2500,- = Rp. 15.000,- +

Total penjualan Rp. 180.000,-
Persediaan awal 0
Pembelian Rp. 89.500,- +

BTUD Rp. 89.500,-
Persediaan akhir 0 -

Biaya penjualan Rp. 89.500,- -

Laba kotor Rp. 90.500,-

Biaya-biaya :
- Biaya transportasi : Rp. 20.000,-
- Biaya logo Rp. 20.000,-
- Biaya kemasan
Rp. 5.000,- +
Total biaya
Rp. 45.000,-
Laba bersih Rp. 45.500,-

Total laba = Rp. 15.000 + Rp. 60.000 + Rp. 45.500 = Rp. 120.500,-

IV. Struktur Organisasi




Job description
1. Ketua :
• Memimpin jalannya kegiatan
• Memberikan arahan kepada setiap bagian
• Membuat keputusan
2. Wakil Ketua :
• Membantu ketua dalam menetapkan keputusan
3. Bagian Keuangan :
• Menyusun anggaran keuangan
• Mencatat pendapatan dan pengeluaran dari penjualan
• Membuat laporan keuangan
4. Bagian Pemasaran
• Memberikan informasi kepada setiap bagian yang berkaitan dengan kegiatan
• Survei tempat untuk membeli produk dan pangsa pasar yang akan dituju untuk menjual produk
• Mempromosikan produk yang dijual
5. Bagian Kreatif
• Membuat kreatifitas untuk menunjang penampilan produk yang dijual, seperti membuat design logo dan kemasan untuk produk yang digunakan untuk yang dijual.

Manajemen Strategik

1. model 5 kekuatan persaingan


2.Cari bagan rantai nilai !
Analisis rantai nilai dijelaskan oleh Michael Porter sebagai “ the building blocks of competitive advantage”. Porter menjelaskan dua kategori yang berbeda dalam analisis rantai nilai.
1. Lima aktivitas utama, yang meliputi :
a. Logistik inbound,
b. Operasi,
c. Logistik outbound,
d. Pemasaran dan penjualan,
e. Jasa.
2. Aktivitas pendukung, yang meliputi :
a. Pengadaan,
b. Pengembangan teknologi,
c. Manajemen sumber daya manusia,
d. Infrastruktur perusahaan.
Analisis Rantai Nilai ( Value Chain )



3. bagan strategi Porter



4. Contoh perusahaan yang menggunakan cost leadership
ADVANCED MICRO DEVICES (AMD)
Perusahaan yang bersaing ketat dengan Intel ini berhasil mendongkrak kenaikan sahamnya sebesar 50% dengan berbagai strategi inovatif berikut.
Inovasi. Pimpinan AMD sadar bahwa industri teknologi tinggi (micro processor) yang ditekuninya adalah industri yang hiper kompetitif dengan perputaran produk yang cepat. Untuk itu kekuatan inovasi perusahaan sangatlah berperan. Menyadari hal ini, pimpinan AMD, Hector Ruiz, mendorong para karyawannya untuk senantiasa melihat beberapa langkah di depan para pesaing agar bisa mengejar ketinggalan dari para pesaing mereka tersebut. Ruiz, ”komandan” AMD, memacu perusahaan melalui kegiatan Riset dan Pengembangan mereka untuk menelorkan produk-produk inovasi baru yang super efisien dengan harga terjangkau.
Produk super efisien. Untuk memenangkan persaingan dengan para pemain lainnya di industri yang sama yang telah merajai industri ini dalam waktu yang cukup lama, AMD menawarkan produk berkualitas dengan harga bersaing. Strategi ini bisa dijalankan dengan menawarkan produk yang super efisien (dapat menampung data lebih banyak dalam micro processor yang lebih kecil).
Pasar Baru. Ketika persaingan di pasar yang ”lama” dengan pesaing yang telah merajai pasar tersebut sulit dimenangkan dengan strategi bersaing konvensional, AMD mencoba strategi lain. Strategi yang dicoba AMD adalah melebarkan sayap ke pasar yang baru, yaitu negara-negara berkembang (termasuk juga Indonesia). Dengan strategi ini, AMD tahun lalu berhasil memperbesar penghasilan dari produk-produknya. Di negara-negara yang sedang berkembang, AMD menjual produk baru yang super efisien dengan harga bersaing. Dengan cara ini, AMD berhasil mendobrak dominasi pemain lama yang menjadi pesaing utama.

sumber : http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/2005/0118/man01.html

McDonald
McDonald di Inggris menggunakan strategi keunggulan biaya secara keseluruhan.
Iklan dibuka dengan menampilkan burger dan pojok kanan bawah logo McDonald, dilanjutkan dengan kesaksian dari Hansen yang menyatakan bahwa harganya benar-benar murah , dan ditutup dengan burger disertai harga 99 p. (berbagai sumber)


5.