JAKARTA, KOMPAS.com — Melakukan riset kecil sebelum bepergian adalah hal penting yang kerap dilupakan orang. Dengan melakukan riset kita dapat mengetahui sejumlah hal yang perlu kita siapkan sebelum datang ke destinasi tertentu. Namun, seringkali banyak orang bingung hal-hal apa saja yang perlu diketahui sebelum pergi. Berikut 10 hal penting yang wajib Anda ketahui sebelum berangkat liburan.
1. Pelajarilah sebanyak mungkin tentang tempat yang akan dikunjungi. Apa saja atraksi dan tempat-tempat yang menarik di sana. Dengan begitu Anda dapat menentukan prioritas tempat-tempat mana saja yang harus disambangi.
2. Pastikan bagaimana cuaca di tempat yang akan dikunjungi. Dengan demikian, Anda dapat menyesuaikan rencana perjalanan yang sesuai, misalnya menyangkut baju yang dikenakan, obat-obatan yang harus disiapkan.
3. Baik juga mencari tahu kondisi sosial politik terkini di tempat itu. Jangan sampai Anda terjebak di bandara karena sabotase para demonstran.
4. Carilah informasi apakah Anda membutuhkan paspor untuk masuk ke negara tertentu. Pastikan paspor Anda masih berlaku. Beberapa negara tidak mengizinkan orang asing masuk jika masa berlaku paspornya tinggal enam bulan. Perpanjanglah paspor Anda setidaknya enam bulan sebelum masa berlakunya habis.
5. Selain paspor, pastikan apakah Anda membutuhkan visa atau tidak untuk masuk ke negara tertentu.
6. Pastikan pula dokumen apa saja yang Anda butuhkan selama perjalanan.
7. Carilah informasi mengenai steker yang digunakan di negara yang akan Anda kunjungi. Sejumlah negara memiliki jenis steker yang berbeda. Indonesia menggunakan steker berkaki dua, sementara di Amerika berkaki tiga. Jika Anda mengunjungi negara yang menggunakan steker berkaki tiga artinya Anda memerlukan converter.
8. Jika Anda ingin melakukan perjalanan sendiri atau tidak bergabung dalam rombongan agen wisata tertentu, carilah informasi mengenai biaya transportasi lokal setempat. Dengan begitu Anda dapat merencanakan biaya perjalanan dengan baik. Jangan lupa juga untuk memastikan pungutan pajak dan kebiasaan tips di tempat itu.
9. Carilah informasi mengenai nilai kurs mata uang dari negara yang akan dikunjungi. Ini penting untuk merencanakan biaya perjalanan yang dibutuhkan.
10. Baik juga untuk mencari tahu apakah ada hari libur nasional sepanjang kunjungan Anda ke tempat itu. Sebab, biasanya sejumlah kantor layanan publik tutup pada hari libur. Jangan sampai terjadi Anda kelimpungan karena kantor layanan publik tutup sementara Anda terdesak untuk menyelesaikan suatu kepentingan di sana.
1. Taubatan Nasuha 2. Istigfar sebanyak-banyaknya 3. Amal Kebaikan ( Al Qur'an surat Hud : 14 ) 4. Mendapatkan musibah 5. Do'a orang mukmin 6. Siksa kubur 7. Yang dihadiahkan seorang mukmin bagi saudaranya yang telah meninggal 8. Guncangan di akhir kiamat 9. Penyelesaian segala hak di akhirat 10. Syafaat Rasullullah saw 11. Ampunan ALLAH SWT
Konsep EVA dikembangkan oleh Joel Stern & Bennet Stewart, cofounders perusahaan konsultan Stern Stewart & Company dalam bukunya “The EVA Challenge Implementing Value- Added Change in An Organization”, diterbitkan tahun 2001. konsep EVA diluncurkan Stern Steward & Co pada tahun 1989 Konsep EVA didasarkan pada prinsip bahwa perusahaan mampu menciptakan kekayaan untuk para pemegang saham hanya apabila manajer mampu menghasilkan surplus melebihi total cost of capital yang diinvestasikan. ( Amin Widjaja Tunggal)
EVA juga mempunyai peranan sebagai ukuran kinerja perusahaan sebagai ukuran kinerja EVA mampu menghasilkan ukuran kinerja yang lebih akurat, komprehensif, dan memberikan penilaian yang wajar atas kondisi keuangan perusahan. Konsep EVA menjelaskan tiga ukuran yang dapat diasumsikan dalam menilai tingkat kesehatan keuangan perusahaan yaitu,
EVA lebih besar dari 0 ( EVA > 0 )
Apabila EVA > 0 berarti ada nilai tambah ekonomi terhadap perusahaan selamakegiatan operasionalnya.
EVA lebih kecil dari 0 ( EVA <>
Apabila EVA <>
EVA sama dengan 0 ( EVA = 0 )
Berarti menunjukkan posisi impas bagi perusahaan karena laba digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyandang dana baik kreditur maupun pemegang saham.
Pengertian EVA
EVA adalah laba yang tertinggal setelah dikurangi dengan biaya modal (cost capital) yang diinvestasikan untuk menghasilkan laba tersebut. EVA merupakan suatu tolok ukur kinerja keuangan yang berbasis nilai. EVA merupakan suatu tolok ukur yang menggambarkan jumlah absolut dari nilai pemegang saham (shareholder value) yang diciptakan (created) dan dirusak (destroyed) pada suatu periode tertentu, biasanya setahun. ( Amin Widjaja Tunggal: 2).
EVA merupakan sistem manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta jika perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi dan biaya modal.
( Amin Widjaja Tunggal: 1).
EVA adalah tolak ukur kinerja keuangan dengan mengukur perbedaan antara pengembalian atas modal perusahaan dengan biaya modal. ( S. David Young & Stephen F. O’Byrne, 2001)
Manfaat EVA
EVA memiliki manfaat yang banyak berkaitan dengan kepentingan internal perusahaan seperti mengetahui ataupun mengevaluasi keberhasilan suatu proyek atau investasi, mengetahui keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan
(menghasilkan nilai tambah yang signifikan atau tidak ) dan kompensasi insentif yang bisa tergantung dari nilai EVA yang ditargetkan.
Keunggulandan Kelemahan EVA
Salah satu keunggulan EVA sebagai penilai kinerja perusahaan adalah dapat digunakan sebagai penciptaan nilai (value creation).
Keunggulan EVA menurut (Young S. David & Stephen F. O’Byrne: 2001) :
EVA mengukur biaya seluruh modal.
Salah satu kebaikan EVA adalah targetnya dapat dialihkan kepada divisi dan departemen ( kadang- kadang dalam bentuk pengendara EVA, berbagai pengganti EVA-nya sendiri.
EVA dengan menghubungkan dengan bonus manajemen menambah perasaan terdesak yang dibutuhkan manajer agar mengimplementasikan proyek secepat mungkin sehingga perusahaan dapat merealisasikan nilai seperti yang dijanjikan proyek – proyek tersebut.
Keunggulan dari pendekatan ini adalah mesin pelaporan keuangan yang dibutuhkan sudah pada tempatnya.
EVA akan menyebabkan perusahaan lebih memperhatikan kebijakan struktur modal.
Adapun kelemahan – kelemahan EVA adalah
EVA hanya mengukur hasil akhir (result), konsep ini tidak mengukur aktivitas – aktivitas penentu.
Masih mengandung unsur keberuntungan ( tinggi rendahnya EVA dapat dipengaruhi oleh gejolak di pasar modal).
Langkah- Langkah Perhitungan EVA
Menghitung NOPAT
NOPAT merupakan laba bersih setelah pajak dan mengukur laba yang diperoleh perusahan dan operasi bersih ( Young & O’Byrne, 2001 ).
NOPAT adalah laba yang diperoleh dari operasi perusahaan setelah dikurangi pajak penghasilan, tetapi termasuk biaya keuangan (financial cost) dan “non cash bookkeeping entries” seperti biaya penyusutan. ( Amin W. Tunggal,2001:5)
Menentukan nilai Invested Capital
Merupakan pinjaman jangka pendek ditambah pinjaman jangka panjang ditambah ekuitas pemegang saham atau total hutang dengan ekuitas dikurangi pinjaman jangka panjang tanpa bunga.
Invested Capital adalah jumlah seluruh pinjaman perusahaan di luar pinjaman jangka pendek tanpa bunga (non- interest bearing liabilities), seperti hutang dagang, biaya yang masih harus dibayar, hutang pajak, uang muka pelanggan, dan sebagainya. . ( Amin W. Tunggal,2001:5)
Menghitung biaya hutang ( Cost of Debt )
Biaya hutang muncul akibat perusahaan yang mempunyai utang – utang yang menanggung beban bunga. Cost of debt bukan dalam bentuk currency ( nilai mata uang ) tetapi dalam bentuk persentase yang didapat dengan membagi beban bunga dengan jumlah hutang jangka panjang.
Menghitung biaya ekuitas (Cost of equity)
Biaya ekuitas juga dalam bentuk persentase. Persentase tersebut didapat dengan membagi laba bersih perlembar dengan harga pasar saham per lembar.
WACC ( Weighted Average Cost of Capital )
Adalah biaya ekuitas dan biaya hutang masing- masing dikalikan dengan persentase ekuitas dan hutang dalam struktur modal perusahaan.
WACC adalah jumlah biaya dari masing – masing komponen modal, misalnya pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang (cost of debt) serta setoran modal saham (cost of equity) yang diberikan bobot sesuai dengan proporsinya dalam struktur modal perusahaan. . ( Amin W. Tunggal,2001:4)
Menghitung Capital Charges
Capital Charges didapat dengan mengkalikan WACC dengan invested capital. Invested capital merupakan hasil penjabaran perkiraan dalam neraca untuk melihat besarnya modal yang diinvestasikan dalam perusahaan oleh kreditur dan pemegang saham serta seberapa besar modal yang diinvestasikan dalam aktivitas perusahaan. Invested capital dihitung dari jumlah hutang bank jangka pendek, pinjaman bank atau sewa guna usaha atau obligasi jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun kewajiban pajak tangguhan, kewajiban jangka panjang, hak minoritas atas aktiva perusahaan dan ekuitas. Capital charges menunjukkan seberapa besar kesempatan modal yang telah disuntikan kreditur dan pemegang saham.
Capital Charges adalah aliran kas yang dibutuhkan untuk mengganti para investor atas resiko usaha dari modal yang ditanamkannya. . ( Amin W. Tunggal,2001:3)
EVA
EVA dapat dihasilkan dengan mengurangi NOPAT dengan Capital charges.
Alat Analisis
1. NOPAT = EAT + biaya bunga
2. Inveted Capital
a. Pendekatan operasi
Invested Capital = kas + modal kerja (WCR) + aktiva tetap
b. Pendekatan finansial
Invested capital = pinjaman jangka pendek + pinjaman jangka panjang + ekuitas
pemegang saham
3. WACC = { D x rd (1-tax)} + ( E x rE)
4. Capital Charges = Invested capital x WACC
5. EVA= NOPAT – capital charges
Keterangan:
NOPAT =laba bersih setelah pajak tanpa biaya bunga